Tips Menghafal Muatan Kation

Untuk menghafal muatan beberapa kation dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya yaitu dengan menghafal golongan unsur tersebut. Pada bagian sebelumnya anda tentunya telah menghafal unsur golongan A. Dari pengetahuan anda tersebut dapat dipakai untuk mengetahui muatan kation tersebut. Jadi anda tidak perlu repot-repot menghafal muatannya satu-persatu. Misalnya Natrium(Na) berada di golongan satu, berarti mempunyai elektron valensi satu. Maka Na harus melepas satu elektron agar mencapai kondisi stabil(oktet). Contoh lainnya yaitu Alumunium(Al), Al terletak di golongan tiga. Berarti Al harus melepas tiga elektron agar mencapai kondisi stabil(oktet) Sedangkan untuk unsur-unsur logam seperti Timah, Besi, Emas, Tembaga, dan Platina muatan kation tersebut sama dengan angka romawi yang tertulis pada nama unsur tersebut. Contohnya Timah(II) rumus kationnya Sn2+, Timbel(IV) rumus kationnya Pb4+, Besi(III) rumus kationnya Fe3+ dan seterusnya.

Dengan cara diatas tentunya akan lebih efektif daripada menghafal muatan kation satu persatu. Namun untuk unsur di golongan B mau tidak mau anda harus menghafalkannya. Tetapi setidaknya ini membantu anda–dari buku paket pegangan aku dari 24 rumus kation yang harusnya aku hafalkan aku cuma menghafalkan 4 rumus kation yaitu Zink(Zn2+ ), Nikel(Ni2+), Perak(Ag+), dan Amonium(NH4+). Sebagai tambahan hal ini juga berlaku untuk beberapa anion seperti oksida(O2-), Flourida(F-), Klorida(Cl-), Bromida(Br-), Iodida(I-), dan Sulfida(S2-).

Jadi kesimpulannya

  • Unsur di golongan IA, muatan ionnya +1
  • Unsur di golongan IIA, muatan ionnya +2
  • Unsur di golongan IIIA, muatan ionnya +3
  • Unsur di golongan VIA, muatan ionnya -2
  • Unsur di golongan VIIIA, muatan ionnya -1
  • Muatan unsur logam sama seperti namanya, contoh Besi(II) maka muatannya +2

Sekian tips dari aku. Semoga bermanfaat. Kalo ada tips lainnya boleh ditambahin di comment. Tetap Semangat! (fakpgs)

Untuk beberapa hal, mempopulerkan sesuatu cukup dengan menutup-nutupinya

Untuk beberapa hal seperti hal-hal yang nggak biasa, menutup-nutupinya bisa jadi cara jitu untuk  mempopulerkan hal itu. Teori ini berdasarkan ‘eksperimenku’ tiga tahun yang lalu. Waktu itu masih banyak temen baru yang belum kenal. Dan aku yang menyimpan banyak rahasia tentang namaku berusaha menutupi surname-ku. Teori ini terbukti dan dalam waktu singkat surname-ku jadi sangat terkenal.

Banyak keanehan pun muncul. Begitu tahu surname-ku, seakan-akan temanku jadi sangat girang. Mendengar surname-ku aja sebagian teman jadi senyum sendiri. Nggak sedikit juga yang walaupun salah dengan sangat PD menyebut-nyebut surname-ku. Rupanya teori guruku memang benar. Bunyinya begini “PD itu mengalahkan kebodohan, jadi asalkan anda PD, kebodohan anda tidak akan terlihat.”

Keanehan lainnya juga masih ada. Seperti secara ‘cara yang tidak bisa jelaskan dengan kata-kata’, beberapa teman jadi sangat gemar menulis namaku termasuk surname-ku saat tugas kelompok. Hebat bukan? Haha. Mereka seakan jadi relawan sekretaris demi menulis nama anggota kelompok—yang ada aku didalamnya. Tapi enak juga sih, bukannya disuruh mbantu nulis malah dilarang bantu nulis :p . Dan sebagian salah lagi! Rupanya selama tiga tahun aku sekolah disana, banyak juga yang masih salah tentang surname-ku. Dan sekarang semuanya udah nggak masalah. Teori ini (INGAT) hanya untuk beberapa hal. Kalopun nggak ada hal lainnya, ya buat yang udah nemuin boleh dikomen dibawah. hehe

Diatas tadi kisah kecil lahirnya teori ini, haha. Maaf kalau ada salah kata. Dan untuk yang ada dicerita ini, aku minta ijin nulis kalian di postingan kali ini. Buat yang setuju boleh komen. Buat yang nggak setuju juga boleh komen. Buat yang biasa-biasa aja juga boleh komen. Thanks!(fakpgs)

Categories: Shout It!

Belajar Rendah Hati Nggak Ada Salahnya

Kekalahan atas Malaysia pada final AFF Cup leg 1 seakan sangat memukul masyarakat Indonesia. Kekalahan tersebut tak hanya memukul perasaan pendukung timnas tapi juga memupus sebagian harapan rakyat Indonesia agar timnas bisa menjadi juara AFF Cup 2010 ini.

Dari semua kejadian tersebut hendaknya kita sedikit berefleksi apa yang membuat hal ini terjadi. Di berbagai media sudah banyak diperbincangan tentang penyebab kekalahan timnas mulai dari faktor teknis sampai faktor non-teknis. Semua sudah diperbincangkan bahkan diperdebatkan. Namun dibalik itu semua, apa artinya bila tidak kita refleksikan dan kita lakukan aksi nyata dari pengalaman tersebut.

Beberapa kemenangan telak timnas pada pertandingan-pertandingan sebelumnya seakan membangkitkan optimisme masyarakat akan partai final AFF Cup leg 1 di Bukit Jalil. Namun sepertinya optimisme tersebut telah berlebihan dan membuat seakan-akan pemenang partai tersebut sudah jelas. Bahkan media pun memberitakan seakan-akan selangkah lagi timnas akan menjadi juara. Faktanya jelas tidak mungkin yang namanya selangkah menuju juara. Toh, pada pertandingan pemain juga tidak mungkin cukup melangkah sekali saja lalu jadi juara. Masyarakat pun dengan sangat optimis yakin timnas akan memenangi laga tersebut.

Yang ingin saya tegaskan yaitu, walaupun timnas telah berkali-kali menang tetapi kita harus tetap rendah hati. Jangan sampai ‘kesombongan’ kita menjadi celah lawan untuk bangkit.

Kekalahan tersebut harus jadi pelajaran besar untuk kita semua. Jangan pernah meremehkan sesuatu dan jangan pernah memposisikan sesuatu seakan-akan sudah mencapai puncak. Kita semua hanya bisa memberi dukungan untuk timnas. Namun juga bukan dengan cara ‘memperlemah’ lawan. Walaupun mungkin lawan telah ‘curang’ secara hati. Namun akan lebih baik kalau kita tetap menjunjung tinggi nilai  kebenaran. Pertandingan bukan hanya soal menang dan kalah. Apalah gunanya kalau memenangi pertandingan tapi tidak sesuai dengan hati nurani kita. Untuk semua supporter timnas Indonesia, terus dukung timnas. Kita datang untuk mendukung timnas, bukan untuk mengacaukan pertandingan. Biarkanlah lawan bertindak ‘curang’ , toh mereka sendiri yang merasakan akibatnya.(fakpgs)

Masa Lalu, Biarlah Berlalu Tapi Jangan Dilupakan

Banyak pengalaman pahit yang terjadi di masa lalu. Namun, tak sedikit juga kenangan manis yang akan slalu teringat dari masa lalu. Hidup ini memang harus berlanjut. Banyak anggapan bahwa selalu terbayangi masa lalu hanya membuat kita tidak berkembang. Terlalu dibayangi masa lalu memang tak baik, tetapi justru dari pengalaman-pengalaman di masa lalu kita bisa belajar tentang banyak hal. Kalaupun masa lalu terasa sangat suram, justru dari itu semua anda bisa belajar lebih banyak hal agar tak terulang lagi.

Bila anda peka terhadap kejadian-kejadian yang anda alami, sesungguhnya banyak hal yang dapat kita dapatkan. Bila anda mengalami kejadian buruk misalnya, kalau anda mengingat kembali secara runtut kejadian itu dan mempelajari secara saksama bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi tentu anda akan mendapatkan satu pencerahan dari kejadian tersebut. Dan tentunya pengalaman tersebut harus selalu anda pegang agar kejadian serupa tak terulang lagi.

Masa lalu tetaplah masa lalu. Begitu anggapan sebagian orang yang sulit untuk dirombak. Mungkin orang menganggap semua kejadian di masa lalu tak kan pernah terulang dan hanya kenangan belaka. Untuk menjadi seperti di masa lalu memang sulit, tetapi anda bisa melakukan lebih. Yang harus anda perhatikan adalah berefleksi kembali bagaimana anda bisa seperti itu dan anda harus selalu berpikir positif akan masa yang akan datang, bahwa akan semanis kenangan akan masa lalu. Mungkin anda harus meneruskan motto hidup atau komitmen atau prinsip atau hal lain yang ada di masa lalu yang sekiranya dapat membuat anda seperti atau bahkan lebih baik dari masa lalu. Yang harus anda pegang ialah “Kalau dulu saya bisa seperti itu kenapa sekarang tidak?” Walaupun jaman telah berubah namun asal anda berusaha(berjuang) pasti kenangan manis di masa lalu akan menjadi kenyataan lagi dan tidak hanya menjadi kenangan manis belaka. (fakpgs)



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.